Krisis ekonomi kembali menghadang. Kue pasar mengecil, biaya operasi perusahaan membengkak. Semua hal ini menekan profit margin perusahaan. Banyak perusahaan berjuang, sekedar untuk bertahan hidup. PHK terjadi dimana-mana.
Sebagai business owner,
tugas Anda hanya satu;
Membawa perusahaan Anda selamat dari badai krisis ini !
Pelanggan yang ada sekarang mungkin telah mengurangi jumlah pembeliannya atau bahkan telah berhenti membeli. Kita harus mencari prospek baru dan merubahnya menjadi pelanggan.
Ada beberapa taktik yang dapat Anda gunakan untuk menconvert prospek menjadi pelanggan. Salah satu senjata lama, adalah fokus pada pelanggan yang mau membeli, yang meminta Anda menghubungi-nya kembali.
Pada saat Anda melakukan wawancara penjualan, baik secara temu muka atau melalui telepon, sering sekali prospek / pelanggan meminta Anda menghubungi mereka kembali.
Alasan-nya mungkin mereka belum siap saat ini, stock masih ada, yang berwewenang tidak ditempat, dana belum ada, perlu diskusi dengan suami/istri dan sebagainya. Yang pasti, dengan meminta Anda menelpon kembali;
Prospek Anda sebenarnya BERMINAT membeli !
tetapi tidak pada saat ini!
Kenyataan pahit yang terjadi, kita lupa untuk menghubungi mereka kembali tepat waktu. Ketika kita tiba-tiba teringat, segalanya telah terlambat. Prospek tersebut telah membeli pada pesaing kita.
Kelupaan ini dapat saja terjadi pada semua staf lapangan Anda; salesman Anda, staf Admin Anda, telesales Anda. Bayangkan betapa banyaknya potensi penjualan yang menguap sia-sia.
Sebenarnya, ada 3 langkah mudah untuk mengingat prospek yang berMINAT;
Siapkan sebuah Buku Agenda tahunan– Standard, untuk setiap staf Anda.
Pada saat wawancara, di kala prospek meminta Anda untuk menghubungi mereka kembali, segera catat nama pelanggan pada tanggal dan jam yang sesuai di buku Agenda Anda.
Hubungi prospek / pelanggan Anda pada hari dan jam yang diminati mereka !
Hanya dengan melakukan 3 langkah sederhana ini, Anda dapat menambah banyak pelanggan baru!.
See You At The Top,
Johny Rusly
Your Success Partner
www.1000hari.blogspot.com
Ps: Buku Agenda Standard dapat Anda lihat di www.kotakpensil.com
Seorang petinggi perusahaan (karyawan) lebih baik daripada seorang pemilik wartel kecil (pengusaha) di pinggir jalan.
Kenyataannya, teman-teman di posisi puncak menikmati gaji dan fasilitas yang memungkinkan mereka hidup mewah.
Dan, tidak hanya itu saja, mereka juga memutarkan kelebihan uang ke saham, properti atau membeli usaha / franchise. This is a real multiple sources of incomes (masih perlu jadi pengusaha?).
Lalu, bagaimana dengan keamanan kerja?
Dengan pengalaman dan prestasi kerja yang luarbiasa, perusahaan lain dengan senang hati akan menerima mereka jika mereka berniat pindah kerja.
Jadi,
apalagi yang kurang dalam hidup mereka?
Ada dua hal, yaitu
waktu …
dan kebebasan …
Dua hal ini membuat beberapa profesional rela membuang kemewahan dan memulai segalanya dari bawah …
Sebagai pengusaha,
Andalah pemilik waktu dan kebebasan.
Di kala sibuk, Anda mungkin diharuskan bekerja selama 20 jam sehari dan 7 hari seminggu. (Oh! ini akan sering terjadi, terutama di awal-awal berdirinya perusahaan Anda).
Namun, sebagai gantinya, di waktu senggang, Anda bebas mengunakan waktu Anda.
(Saya bertamasya ke Bali pada hari kerja. Pada waktu orang-orang sibuk bekerja di kantor, saya bermain ombak dengan anak saya di pantai kuta yang lenggang. Alangkah indahnya hidup ini! Biaya hotel dan pesawat juga sangat murah karena sedang low season).
Sebenarnya,
menjadi pengusaha atau karyawan itu sama saja …
Yang penting, kita menjadi salah satu yang terbaik di bidang kita.
(Berada di posisi bawah sangat tidak menyenangkan, baik sebagai pengusaha maupun karyawan).
Berikut ada 3 tips yang saya kutip bebas dari Bapak Mario Teguh …
#1
Anda tidak boleh bernegosiasi dengan impian Anda.
Ber-negosiasi-lah dengan apa
yang harus Anda lakukan untuk mencapainya.
[Mario Teguh, Dream Racer]
#2
Cita-cita adalah mimpi yang bertanggal.
Kemudian,
Pastikanlah bahwa cita-cita itu didukung oleh
kemampuan-kemampuan
yang dibutuhkan-nya untuk menjadi kenyataan
[Mario Teguh, Project “L”, My Life As A Project.]
#3
Berfokuslah pada KEKUATAN, bukan KELEMAHAN.
Pilihlah bidang usaha atau jalur karir
yang mengharuskan Anda mengunakan kekuatan-kekuatan pribadi.
Dalam sebuah siaran radio, seorang pendengar bertanya pada Bapak Andrie Wongso …
“Pak Andrie, team kita sedang bertanding di Olympiade Beijing. Apakah dengan memotivasi mereka, Indonesia bisa mendapat emas?”.
Pak AW menjawab, “Dengan motivasi, semangat mereka bertambah. Tetapi jika ketrampilan belum mendukung, maka kita akan sulit memenangkan pertandingan!”.
Ya, motivasi memang dapat meningkatkan semangat dan daya juang, tetapi tidak ketrampilan! Itu kenyataan hidup yang sering kita lupakan …
Memang, terkadang kita sering menjadi salah paham, bahwa dengan mengikuti seminar, kita dapat menjadi hebat dalam berbisnis.
Pada saat kebenaran tiba, dan ternyata kemajuan tidak juga didapat, kita sering merasa kecewa, marah-marah dan menyalahkan sang Motivator.
Mark Victor Hansen dan Robert G. Allen, dalam karya kolosalnya yang berjudul, “One Minute Millionare”, menberikan formula kesuksesannya.
Rumus sukses tersebut sangat sederhana, dan hanya terdiri dari tiga kata, yaitu:
Be x Do = Have.
Be adalah sisi dalam kita, yang bersifat abstrak: termasuk didalamnya adalah pikiran, semangat, keyakinan dan lain-lain. Sisi inilah yang dibangkitkan oleh para motivator..
Do adalah sisi ketrampilan kita, segala sesuatu yang berbentuk kata kerja; berlatih, berkunjung ke pelanggan, menelepon, melakukan etc … Ini harus kita dapatkan sendiri melalui tindakan dan evaluasi terus menerus …
Lalu, bagaimana dengan HAVE nya?
Nah, jika kita dapat melakukan segala perkerjaan dengan trampil (DO), ditambah dengan semangat dan daya juang yang tinggi (BE), bukankah kelimpahan (HAVE) akan mudah didapat?
See You At The Top,
Johny Rusly
Your Success Partner
www.1000hari.blogspot.com
Catatan: Tulisan ini pernah di muat di www.AndrieWongso.com
Kebahagiaan di masa kini bukan merupakan jaminan bagi kesuksesan di masa depan. Demikian juga, kegagalan dimasa kini juga bukan berarti akan gagal selamanya.
Jangan bergantung kepada kepastian,
karena sesungguhnya tidak ada kepastian yang pasti.
“Bila segala sesuatu tidak pasti, maka semuanya menjadi mungkin”.
Jika ada yang kelihatannya pasti, itu bisa dipastikan menghasilkan imbalan yang kecil. Justru, didalam alam ketidak-pastian itulah terletak hal-hal yang besar.
“Jadilah pemain dalam pertandingan ketidak-pastian ini,
karena hanya pemain yang memiliki kesempatan untuk menang.
Janganlah hanya menjadi penonton,
atau lebih buruk lagi - menjadi korban.”
Jika ada ketakutan dalam memasuki alam ketidak-pastian, nikmatilah!
Semakin kita takut, kita akan menjadi semakin siap!
Dan setelah kita semakin siap, kita semakin tidak takut lagi!
Masih ingatkah Anda saat pertama kali belajar menyetir mobil dijalan raya?
Jika bertemu masalah, hadapilah!
Semua masalah adalah ujian,
dan semua ujian akan membuat kita semakin kuat.
Hidup kita ini terdiri dari tangga-tangga masalah! Setiap kita menaiki sebuah anak tangga kehidupan, kita bertemu dengan masalah baru! Semakin tinggi kita menapak, semakin banyak masalah yang kita temui!
Tugas kita adalah fokus pada masalah tersebut (bukan pada masalah orang lain!) dan menyelesaikannya dengan cepat! Dan tuntas!
Jika bertemu masalah yang tidak bisa kita selesaikan, carilah bantuan! Pelajari cara-cara baru! Pergunakan! Masalah yang tidak bisa kita selesaikan itu, sesungguhnya mendidik kita supaya tidak menjadi sombong dan mau mencari pertolongan.
Setelah lulus di satu ujian (= masalah), naik ke anak tangga berikutnya! Hadapi masalah baru! Lulus lagi! Naik lagi ! Dan seterusnya …
Dengan demikian, tanpa kita sadari, kita terus bergerak naik menuju tempat yang lebih tinggi. Saat kita memandang ke bawah, kita telah berada di atas dan melihat mereka yang hanya menonton dan mengeluh, nun jauh dibawah!
Menduga yang tidak bisa diduga
Masa depan dapat diduga dari komponen pembentuk masa depan; yaitu kebiasaan.
Kebiasaan adalah perilaku yang sulit berubah.
Jika kita selalu mendahulukan yang tidak penting, maka kita tidak membuat diri pantas untuk masa depan yang cerah.
Jika kita tidak menghargai waktu, maka diri kita menjadi tidak berharga dalam perjalanan waktu.
Jadi, kita harus merasa pasti dengan diri kita sendiri! Semakin kita tahan banting terhadap masalah dan persoalan, serta berani menghadapi kegagalan, maka kita akan tampil semakin percaya diri, semakin kuat, semakin sulit digoyahkan.
Janganlah menghindari masalah!
Semakin kita menghindarinya, semakin masalah itu akan mengejar kita!
Itu Pasti!
Orang yang tidak disiplin kerjanya, akan di-disiplinkan orang lain!
Orang yang menolak bekerja keras di masa muda, akan diharuskan bekerja keras di masa tua!
Orang yang tidak berdoa sebelumnya, akan diharuskan berdoa sesudahnya!
Hanya ada dua alasan,
bila kita tidak siap dalam menghadapi masalah,
yaitu kuatir dan takut.
Alasan kuatir juga ada dua;
bisa dikerjakan dan
tidak bisa dikerjakan!
Jika bisa dikerjakan, lakukanlah!
Jadi, apa yang perlu dikuatirkan?
Jika tidak bisa dikerjakan,
kuatirpun tidak akan merubah keadaan.
Jadi, untuk apa dikuatirkan?
Untuk menghadapi ketakutan!
Kita perlu mendekati diri ke Tuhan!
Jika takut, bagilah tugas menjadi dua bagian,
yang bisa kita kerjakan dan
yang tidak bisa kita kerjakan.
Yang bisa kita kerjakan, itu bagian kita!
Lakukanlah!
Yang tidak bisa kita kerjakan, itu bagian Tuhan!
Berserahlah!
Percayakan bagian-bagian yang tidak bisa kita kerjakan kepada Tuhan!
karena …
I am + God = Enough!
Dalam kehidupan, kita akan menghadapi banyak percobaan dan ujian! Kita bisa saja menjadi pribadi yang mengabaikan semua batasan. Tetapi, tetap ada saja batasan-batasan yang tidak bisa kita lampaui!
Kenyataannya,
kita tidak mungkin siap menghadapi semua ujian-ujian yang ada didalam hidup ini sendirian!
Maka dari itu;
Belajar bergantung, selain kepada diri sendiri, juga kepada Tuhan!
I am + God = enough!
Berjalan bersama Tuhan itu enough!
Itu sudah cukup!
Jika kita hanya memiliki sedikit pengetahuan!
Jangan ragu!
Kesuksesan itu bukan diukur dari jumlah pengetahuan,
Melainkan dari kesungguhan penerapan dari pengetahuan yang kita miliki!
Buktinya?
Banyak lulusan SD yang lebih berhasil dalam hidup daripada
sarjana-sarjana yang lebih tinggi pendidikannya.
Yang penting, dalam menyelesaikan bagian kita,
kita harus tampil seutuhnya!
Hadirlah sepenuhnya!
Bermainlah dalam kekuatan penuh!
dan kesungguhan penuh!
Orang yang bekerja setengah-setengah,
tidak pantas mengharapkan hasil yang penuh!
Pelajarilah dan perdalam ilmu-ilmu tentang kebaikan!
Ilmu marketing, ilmu management, semuanya berkembang dan bisa ketinggalan zaman.
Namun, Ilmu kebaikan tidak pernah akan kadaluarsa!
Jadilah pribadi yang ber-integritas, yang setia pada yang benar!
Berlakulah jujur, amanah, santun kepada semua orang (walaupun berkuasa), menghormati orang lain (termasuk yang tidak menguntungkan kita) …
**************
Demikianlah sekilas ilmu-ilmu berguna dari Mario Teguh Business Art (O-Channel), yang saya yakin akan membawa manfaat bagi kita, dalam menempuh perjalanan menuju ke tidakpastian yang pasti.
Terimakasih dan salam super,
See You At The Top,
Johny Rusly
Your Success Partner
www.1000hari.blogspot.com
PS. Artikel di atas adalah cuplikan dari MTBA (25/5/08) yang berjudul: Dangers From The Dark, Predicting the Unpredictable. Terimakasih kepada Bapak Mario Teguh yang menghadirkan artikel yang bermanfaat pada situasi yang tepat ini. Semoga sharing ini dapat memberikan pencerahan bagi kita semuanya
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact